Farmer93holme's website

Our website

11
Ma
Jenis Pendekatan Geografi Kompleks Wilayah
11.03.2017 00:48

Guna suatu disiplin kompetensi, geografi meneliti suatu bentuk alam yang terdiri untuk bagian-bagian yang saling terkait. Aliran dorongan dalam uni sistem merupakan perubahan. Reparasi yang berkesinambungan akan merupakan suatu susunan keseimbangan bentuk.

Suatu komposisi terdiri mulai tiga sesi berbeda, input, output & komponen. Kita ambil sekadar Tv sebagai contoh. Kita sanggup menonton tv tidak terperosok dari komposisi yang berjalan didalam tv tersebut. Berjalannya sistem ini karena ketiga bagian di dalam sistem tersambung bersama; bagian input yang merupakan listrik, bagian output yang berupa gambar dan suara, beserta bagian komponen seperti sebeng, speaker, remote, dan antena. Tanpa ke-3 bagian mulai sistem itu tersambung, aku tidak dapat menonton tv.

Pada sistem yang berfungsi baik, seantero komponen mesti tersambung simpatik. Planet Jagat yang mempunyai banyak segi dapat dilihat sebagai sistem yang tinggi dan amat besar. Dalam sistem Bumi, input ialah energi yang datang daripada Matahari & juga semangat yang berasal dari dalam Bumi, seperti tenaga tektonik. Output ialah perubahan konstan yang dapat dilihat dalam sekitar kalian dalam daerah sekeliling fisik & manusia, laksana panas dan hujan.

Koordinasi Bumi betul2 suatu komposisi yang tinggi, sehingga cara terbaik untuk mempelajarinya secara memahami setiap komponen komponennya dengan berbagai pendekatan di dalam geografi. Inilah geografi daripada sudut persidangan sistem. Perembukan ini terus mengalami kemajuan hingga sekiranya geografi modern. Dalam geografi modern yang dikenal secara geografi teratur (Integrated Geography) digunakan tiga pendekatan / hampiran. Ke-3 pendekatan itu, yaitu pengurangan keruangan, kelingkungan atau ekologi, dan kompleks wilayah.

1. Pendekatan Area
Dari namanya dapat ditangkap bahwa perbincangan ini akan menekankan pada keruangan. Perbincangan ini merujukkan pada perselisihan lokasi mulai sifat-sifat pentingnya seperti perlawanan struktur, arketipe, dan prosedur. Struktur keruangan terkait beserta elemen pembentuk ruang yang berupa kenampakan titik, garit, dan area. Sedangkan figur keruangan berkaitan dengan zona distribusi ke-3 elemen tersebut. Distribusi ataupun agihan keadaan geografi tersebut akan membangun pola diantaranya memanjang, radial, dan sebagainya. Nah, proses keruangan sendiri sama dengan reparasi elemen pembentuk ruang. Cakap geografi berwarung mencari faktor-faktor yang mengukuhkanmenjadikan pola persebaran serta cara mengubah pola sehingga dicapai penyebaran yang lebih baik, efisien, dan wajar. Pengurangan suatu perkara menggunakan pendekatan ini dapat dilakukan dengan pertanyaan 5W 1H laksana berikut ini.
Pertanyaan What (apa), untuk mengerti jenis pokok alam yang terjadi.
Interogasi When (kapan), untuk mengetahui waktu terjadinya fenomena dunia.
Pertanyaan Where (di mana), untuk mengetahui tempat pokok alam berlangsung.
Pertanyaan Why (mengapa), untuk mengetahui penyebab terjadinya realitas alam.
bangkudepan.com Teka-teki Who (siapa), untuk mengerti subjek ataupun pelaku yang menyebabkan terjadinya fenomena bumi.
Pertanyaan How (bagaimana), untuk mengetahui reaksi terjadinya fenomena alam.

dua. Pendekatan Kelingkungan/ Ekologi

Persidangan ini bukan hanya mengacukan pada korelasi organisme beserta lingkungan, tetapi juga dikaitkan dengan realitas yang terselip dan pula perilaku oknum. Karena pada dasarnya lingkungan geografi mempunyai dua sisi, yakni perilaku & fenomena daerah sekeliling. Sisi telatah mencakup dua aspek, yakni pengembangan motif dan rekognisi lingkungan. Wasilah keduanya inilah yang menjadi ciri khas persidangan ini. Menggunakan keenam problem geografi, pengurangan dengan perbincangan ini masih bisa dijalani. Nah, pandang contoh analisis mengenai terjadinya banjir dalam Sinjai berikut dan kau akan mewujudkan perbedaannya secara pendekatan keruangan. Untuk menyimak banjir secara pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan gerakan sebagai berikut.
Identifikasi keadaan fisik yang mendorong terjadinya bencana ini, seperti macam tanah, topografi, dan vegetasi di lokasi itu.
Identifikasi sikap dan perilaku suku dalam mengusahakan alam di lokasi ini.
Identifikasi budi daya yang ada kaitannya dengan alih kegunaan lahan.
Mengkaji hubungan renggangan budi daya & dampak yang ditimbulkannya terlintas menyebabkan lembak.
Menggunakan dampak analisis ini mencoba menemukan alternatif pemecahan masalah ini.

3. Bertautan Wilayah

Analisis ini menyandarkan pada kombinasi antara interpretasi keruangan dan analisis ekologi. Analisis ini menekankan persetujuan ”areal differentiation” yaitu memilikinya perbedaan puaka tiap-tiap lokasi. Perbedaan tersebut mendorong uni wilayah mampu berinteraksi beserta wilayah beda. Perkembangan lokasi yang sama-sama berinteraksi tercipta karena terdapat permintaan serta penawaran.

Kaca analisis kompleks wilayah diterapkan dalam perancangan kawasan kawasan tinggal. Langkah mula, dilakukan persepsi wilayah terpendam di luar Jawa yang memenuhi wasiat minimum, diantaranya kesuburan tanah dan tingkat kemiringan lereng. Langkah kedua, identifikasi aksesibilitas wilayah. Dari hasil identifikasi ini dirumuskan rancangan untuk jangka lama dan sela pendek untuk pengembangan kawasan tersebut.

Comments


Create your free website at Beep.com
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!